Home » Hindu(is)me » Samakah Tri Murti Hindu dengan Trinitas Kristen?

Samakah Tri Murti Hindu dengan Trinitas Kristen?

trimurtiBrahma, Wisnu, dan Siwa dikatakan hanya sebagai sebutan bagi Hyang Widhi sesuai dengan berbagai tugas dan fungsi-Nya. Anehnya, mengapa dalam Hindu ada mazab Waisnawa dan mazab Siwaisme, tapi tidak ada mazab Brahmaisme? Samakah pemahaman Tri Murti dengan Trinitas menurut Kristen?

“Apakah ajaran Tri Murti dalam Hindu itu sama dengan pengertian Trinitas dalam Kristen?” Pertanyaan seperti itu dilontarkan oleh seorang mahasiswa Hindu dalam diskusi kecil kami baru-baru ini. Menurutnya, dia pernah ditanya begitu oleh dua teman kosnya yang kebetulan beragama Kristen dan Katolik. Saat itu, dia berusaha menjawab dengan menjelaskan pengertian Tri Murti sesuai dengan pelajaran agama Hindu yang diterimanya di sekolah selama ini. Tapi, saat harus menjawab dengan pasti apakah Tri Murti Hindu sama pemahamannya dengan Trinitas Kristen, teman itu terdiam. Dia ragu-ragu.

“Apalagi…” lanjut teman itu “saat itu mereka juga menanyakan sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh saya selama ini. Mengapa dalam Hindu lalu ada dua mazab (paham pemikiran) utama yaitu Waisnawa dan Siwaisme, tapi tidak ada ‘Brahmaisme’, atau mazab Brahma, yaitu sebutan untuk orang-orang yang memuja Brahma? Mengapa Brahma seolah-olah tidak pernah dianggap sebagai Tuhan, seperti para Waisnawa menganggap Wisnu sebagai Tuhan, atau Siwaisme memuja Siwa sebagai Tuhan? Apa alasannya? Mengapa justru Dewa Siwa yang perusak itu yang dianggap sebagai Tuhan?” Siwa adalah dewa perusak? Jangan heran mendengar sebutan seperti itu untuk Siwa. Simaklah penjelasan dalam buku-buku di sekolah tentang siapa yang disembah oleh umat Hindu.

Di sana disebutkan bahwa orang Hindu memuja Tri Murti, yaitu tiga dewa tertinggi yang memiliki fungsi dan tugas berbeda. Brahma bertugas sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa adalah dewa perusak. Ya, begitulah, dalam buku-buku yang umumnya ditulis oleh orang non Hindu itu, Dewa Siwa disebut sebagai dewa perusak. Tidak ada lagi penjelasan, apa yang dirusak oleh Dewa Siwa, dan kapan pekerjaan merusak itu dilakukan. Tentu saja, kata ‘perusak’ atau ‘merusak’ itu dapat menimbulkan kesan atau konotasi negatif terhadap Hindu Bukankah pekerjaan merusak biasanya dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab? Lalu kapan Dewa Siwa melakukan perusakan? Setiap hari, ada jadwal khusus, atau sesuka hati? Kalau terjadi tsunami dan gempa bumi, misalnya, apa itu artinya Dewa Siwa sedang menjalankan tugasnya? Tidak ada penjelasan yang memadai untuk mengklarifikasi tugas sebagai ‘pembuat kerusakan’ itu. Dengan uraian yang hanya seperti itu, terkesan bahwa Dewa Siwa adalah dewa jahat yang justru menjadi musuh dua dewa lainnya. Yang satu mencipta, yang satunya lagi berusaha memelihara, lalu Dewa Siwa merusaknya. Padahal, dalam buku-buku seperti itu disebutkan bahwa Brahma, Wisnu, dan Siwa adalah Trinitas Hindu, tiga serangkai atau dewa tritunggal dalam Hindu yang setara kehebatannya.

Pengertian Trinitas dalam Iman Kristen

Menurut Hart (1989), Trinitas (dari bahasa Inggeris trinity) adalah istilah yang digunakan dalam agama-agama Kristen untuk menyebut paham ketuhanan mereka. Umat Kristen berkeyakinan bahwa Allah itu Satu (Esa) tetapi dalam melaksanakan karya-keselamatan-Nya di dunia ini menunjukkan sifat Tritunggal (Trinitas). Trinitas itu adalah Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus. Allah yang Satu itu, selain sebagai Bapa Pencipta yang berada di surga, juga sebagai Allah yang memancarkan rahmat-sabda-kasih-kebaikan-Nya secara nyata kepada manusia (Allah Putera). Yesus Kristus adalah Allah Putera itu. Dan pancaran kasih tersebut berdaya-kuasa memberikan jiwa, kehidupan baru, terang, petunjuk, inspirasi, kekuatan, kesegaran, semangat, keberanian, dll kepada manusia (inilah Allah Roh Kudus). Ini seperti halnya matahari, yang tidak hanya berupa benda langit yang berada jauh di atas sana, melainkan juga memancarkan berkas-berkas cahaya dan menimbulkan panas-kehangatan yang mempengaruhi kehidupan di muka bumi. Demikianlah penjabaran paham sifat Trinitas Allah dalam keyakinan Kristen. Sekarang, tugas kita adalah menjawab pertanyaan seperti yang diajukan kepada mahasiswa Hindu tersebut. Apakah konsep atau paham Tri Murti dalam Hindu, sebenarnya memang sama dengan paham Trinitas dalam Kristen itu? Marilah kita kaji bersama, dengan mencoba mencari referensinya dalam ayat-ayat Weda. Sebelum itu, mari sekedar kita ulang kembali penjelasan tentang Tri Murti sesuai dengan apa yang kita terima dari bangku sekolah.

Pengertian Tri Murti

Umat Hindu umumnya memahami Tri Murti sebagai tiga manifestasi (perwujudan) Hyang Widhi sebagai Pencipta, Pemelihara, dan Pelebur. Menurut Weda Tuhan bersifat Esa, namun Beliau memiliki nama yang berbeda-beda ketika menjalankan tugas dan fungsi yang berbeda. Demikianlah, Tuhan disebut Brahma ketika mencipta, disebut Wisnu pada saat memelihara, dan disebut Siwa bila sedang menjalankan tugas melebur atau mengembalikan sesuatu ke asalnya. Sekali lagi, Siwa adalah Tuhan sebagai pelebur, pengembali sesuatu ke asalnya, bukan sebagai Dewa Perusak, seperti yang selama ini disebarluaskan pihak tidak yang tidak bertanggung jawab.

Pages: 1 2 3 4

Loading Facebook Comments ...