Home » Krishna & Bhakti Yoga » Kontroversi Film Mahabharata dan Mahadewa: Meyakini Adanya Awatara, Berarti ‘Menyekutukan Tuhan’ ?

Kontroversi Film Mahabharata dan Mahadewa: Meyakini Adanya Awatara, Berarti ‘Menyekutukan Tuhan’ ?

“Negeri India merupakan pusat berkumpulnya ribuan  dukun dan “orang suci”. Kondisi seperti ini tentunya semakin menambah daya pikat bagi manusia di berbagai belahan dunia untuk mengetahui siapa sebenarnya “Sang Avatar Sejati”. Kalau boleh disimpulkan Baba adalah raja dari segala raja dukun. Di India sendiri banyak sekali orang-orang yang memiliki kesaktian dan kemampuan di luar kebiasaan. Dewa yang disembah oleh penduduk India juga beragam. Hal ini juga didukung dengan berbagai sarana dan infrastruktur yang tersedia. Peran media audiovisual dan film-film yang beredar juga sangat kental dengan acara mistik dan kisah-kisah Mahabharata dan lain lain. Dengan demikian, penduduk India sudah sangat akrab dengan dunia klenik dan perdukunan.”

     Dikutip Dari buku ‘Dajjal Sudah Muncul dari Khurasan” karya Abu Fatiah Al-Adnani (2006: 243)

                           ***

Kutipan di atas menggambarkan bagaimana sebagian kalangan Islam menyikapi ajaran dalam Weda tentang adanya awatara atau penjelmaan Tuhan ke dunia fana ini. Memang ada konteks tertentu yang melatarbelakangi munculnya tulisan tersebut, namun untuk kemudian menyimpulkan dan menggeneralisir bahwa “penduduk India telah akrab dengan dunia klenik dan perdukunan’ adalah sesuatu yang menunjukkan ketidakmampuan dan ketidakmauan mereka memahami ajaran yoga dan meditasi dalam Hindu. Terlebih lagi, sampai kapanpun, mereka pasti juga tidak bisa menerima dan memahami konsep adanya awatara yang diajarkan dalam Bhagavad-gita dan kitab-kitab Weda lainnya. Mengapa demikian?

Syirik, menyekutukan Tuhan! Paham inilah yang menjadi salah satu penghalang bagi umat Islam untuk dapat menerima keyakinan umat Hindu bahwa Weda adalah juga wahyu Tuhan. Umat Hindu meyakini, Tuhan bukan hanya mewahyukan Weda melalui perantaraan para maharesi, tetapi Tuhan juga menjelma dan hadir ke dunia ini secara langsung. Sebagian dari ajaran-ajaran Weda, disabdakan atau diwejangkan langsung oleh awatara-awatara atau penjelmaan-penjelmaan Tuhan. Kitab Bhagavad-gita, yang diakui sebagai Weda kelima, disabdakan oleh Sri Krishna, yang diyakini sebagai awatara Tuhan.

Ketika dalam sebuah kelas pengenalan agama Hindu, penulis menyatakan bahwa Weda adalah juga wahyu Tuhan, karena diajarkan langsung oleh para awatara, beberapa mahasiswa terang-terangan menyatakan keberatannya. Kebetulan, dalam kelas itu, semua mahasiswanya bukan Hindu.dasaawatara wishnu

“Pak, saya sudah tahu bahwa awatara dalam Hindu itu diyakini sebagai titisan atau penjelmaan Tuhan. Misalnya dalam wayang, saya tahu bahwa Bhatara Krishna itu titisan atau penjelmaan Dewa Wisnu…” salah seorang mahasiswa angkat tangan dan langsung bicara.

“Tapi Pak, maaf kalau saya tidak bisa sependapat dengan pernyataan Bapak, bahwa Weda disebut wahyu Tuhan, karena diajarkan atau disabdakan oleh para titisan Tuhan itu. Bagi kami…maaf sekali lagi…kami tidak bisa menerima, kalau Tuhan itu bisa menitis, menjelma sebagai manusia. Masak kita menyamakan Tuhan dengan manusia biasa? Itu namanya menyekutukan Tuhan Pak…dan dalam Al-Qur’an itu merupakan satu-satunya dosa yang tak terampuni oleh Allah…” lanjut mahasiswa itu panjang lebar.

Kita tidak bisa menyalahkan umat Islam yang menganggap umat Hindu menyekutukan Tuhan, bila meyakini adanya penjelmaan atau awatara Tuhan. Karena memang, kalau mereka ingin menjadi umat Muslim yang taat, mereka harus mengikuti apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an.

Perlu diketahui, bahwa dalam konteks jaman munculnya agama-agama Abrahamik, sebagian besar wahyu Tuhan berisi pembaharuan terhadap moralitas masyarakat masa itu, khususnya dalam cara pemujaan kepada Tuhan. Wahyu-wahyu yang diterima sebagian besar berisi penegasan dan keharusan pemujaan hanya kepada Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Penegasan ini dapat kita lihat dalam ayat-ayat Injil maupun Al-Qur’an.

Dalam kitab Keluaran 20.3 terdapat perintah :”Thou shalt have no other gods before Me (Kamu tidak boleh mempunyai Tuhan lain di hadapan-Ku)”. Larangan itu dipertegas lagi dalam ayat-ayat selanjutnya (Keluaran 20.4-5): “Thou shall not make unto thee any graven (carved) image of any likeliness of anything that is in the sky above, or that is on the earth beneath, or that is in the water under earth…Thou shall not bow down to them, nor serve them ; for I the Lord thy God am a jealous God.”

“Kamu tidak akan membuat atasmu patung berhala, atau keserupaan dengan apapun, yang ada disurga di atas, atau yang ada di atas bumi, atau yang ada dalam air; kamu tidak akan tunduk pada mereka, tidak pula melayani mereka, karena aku Tuan Tuhanmu adalah seorang Tuhan pencemburu”.

Sementara itu, oleh penganutnya, agama Islam dianggap lahir sebagai sebuah kritik dan pelurusan terhadap penyimpangan keyakinan dan praktek keagamaan umat Yahudi dan Kristiani masa itu. Itulah sebabnya, dalam Al-Qur’an, banyak sekali ayat-ayat yang menyangkut hubungan dengan kedua agama pendahulu Islam itu. Sebagai contoh, umat Katholik menyakini ajaran Trinitas, yaitu Allah Bapa, Allah Putra, dan Roh Kudus. Yesus diyakini sebagai Allah yang juga sekaligus manusia. Ternyata hal ini dianggap sebagai sesuatu yang tidak benar, sehingga muncullah ayat Al-Qur’an yang secara langsung membantah keyakinan tersebut. Ayat ini dikenal sebagai larangan untuk menyekutukan Allah.

Larangan menyekutukan Allah itu, terdapat dalam Al-Qur’an Surah Al-Ikhlas sebagai berikut :

  1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa
  2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya

     segala sesuatu.

  1. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
  2. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Ayat-ayat itulah yang menjadi dasar mengapa umat Islam sama sekali tidak bisa menerima konsep adanya awatara dalam Hindu. Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tiada seorang pun yang setara dengan-Nya. Walaupun sebenarnya ayat itu berhubungan dengan keyakinan Kristen, tapi toh umat Hindu juga terkena getahnya.

Pages: 1 2 3 4

Loading Facebook Comments ...

1 Comment

  1. kangsury4nto says:

    Terima kasih kepada para sahabat yang telah berkenan mengunjungi artikel ini

Comments are closed.