Home » Krishna & Bhakti Yoga » Dikenal Sebagai Awatara Wishnu, Mengapa Sri Krishna Dipuja Sebagai Tuhan Yang Maha Esa?

Dikenal Sebagai Awatara Wishnu, Mengapa Sri Krishna Dipuja Sebagai Tuhan Yang Maha Esa?

Menyaksikan sabda Krishna kepada Arjuna dalam Film Mahabharata, menyisakan banyak tanda tanya dalam benak orang. Dalam percakapan yang selanjutnya dikenal luas sebagai Bhagavad-gita itu, Krishna menyatakan kepada Arjuna bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa Sendiri. Padahal, selama ini Sri Krishna dikenal sebagai salah satu dari sepuluh awatara atau penjelmaan Sri Wishnu. Selain itu, Sri Wishnu sendiri oleh kebanyakan umat Hindu dikenal sebagai salah satu dari Tri Murti Hindu, yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa. Tidakkah hal itu membingungkan?

Bagi umat Hindu di Indonesia, dalam buku-buku pelajaran formal di sekolah, dinyatakan bahwa Brahma, Wishnu, dan Siwa adalah manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sang Hyang Widhi Wasa adalah ‘nama Tuhan umat Hindu’ di Indonesia, yang dengan nama itu, Hindu diakui sebagai salah satu agama resmi negara. Meskipun, kalau mau berkata jujur, frase ‘Ida Sang Hyang Widhi Wasa’ secara utuh, tidak dapat ditemukan dalam kitab-kitab Veda, maupun kitab-kitab Purana manapun. Brahma adalah manifestasi Sang Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta alam semesta, Wishnu sebagai pemelihara, dan Siwa sebagi pelebur dan pengembali semua ciptaan. Begitulah, paham ketuhanan umat Hindu sedemikian itu sudah ‘baku’ dan formal bagi umat Hindu di Indonesia.

Bila kemudian, dalam Bhagavad-gita, Sri Krishna menyebut diri-Nya sebagai Tuhan, tidakkah itu ‘menyalahi’ paham ketuhanan formal Hindu Indonesia? Bagaimana mungkin, Sri Krishna yang dikenal sebagai awatara kesepuluh dari Sri Wishnu, tiba-tiba ‘merebut’ kedudukan Sang Hyang Widhi Wasa? Belum lagi, pada prakteknya, ada beberapa sekte, mazab, atau sampradaya Hindu yang dengan tegas memuja Sri Krishna sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Bukankah dalam banyak kesempatan, Pandawa dan Kaurawa memuja Mahadewa dalam wujud Linggam Siwa? Tidakkah itu berarti Siwa adalah Yang Tertinggi?

Bagaimana pula dengan mantra Tri Sandya bait kedua yang menyatakan ‘eko narayana na dvityo asti kascit’, yang selama ini secara formal diterjemahkan menjadi ‘hanya satu Tuhan itu, Narayana, tidak ada kebenaran yang mendua?” Siapa sesungguhnya Narayana, Wishnu, dan Krishna? Bagaimana hubungan atau hirarki diantara ketiganya?

Maka tak mengherankan, bila berbagai pendapat dan opini pun menyeruak. Siapa sesungguhnya identitas Sri Krishna yang bersabda dalam Bhagavad-gita, menjadi tema yang hangat diperbincangkan dan diperdebatkan. Ada yang menganggap bahwa saat bersabda kepada Arjuna di medan Kuruksetra, Krishna sedang ‘kesurupan’ Tuhan yang Tidak Berwujud. Artinya, Tuhan Yang Tidak Terpikirkan (Acintya) itu, sedang ‘meminjam’ dan ‘merasuk’ ke dalam raga Krishna, dan menyampaikan sabda-Nya kepada Arjuna.
Bahkan ada yang secara ekstrim menyimpulkan, bagaimana mungkin Krishna adalah Tuhan, jika Ia meninggal dunia hanya karena tanpa sengaja terkena panah seorang pemburu?

Bagaimana cara kita menelusuri semua paham itu, dengan berdasarkan pada landasan sastra Veda, dan tidak mengedepankan interpretasi atau tafsiran kita sendiri? Bagaimana tokoh-tokoh dalam Mahabharata sendiri, yang ‘hidup sejaman’ dengan Sri Krishna memahami hal ini? Darimana sumber ajaran Tri Murti itu berasal? Darimana konsep dasa awatara Wishnu itu bermula? Bagaimana sejarahnya, nama Ida Sang Hyang Widhi Wasa, bisa diterima sebagai nama formal Tuhan umat Hindu di Indonesia?

Dalam tulisan ini, saya mencoba urun rembug, dengan berupaya menelusuri sumber-sumber paham ketuhanan Hindu yang dianggap ‘membingungkan’ itu. Dalam pikiran saya yang serba terbatas ini, terlintas langkah-langkah yang mungkin bisa kita lakukuan untuk mencoba mencari jawaban atas pertanyaan bertubi-tubi itu. Barangkali kita bisa mulai dengan menguraikan satu persatu pengertian, asal-usul, dan referensi sastra Veda yang memaparkan berbagai konsep ketuhanan Hindu yang seolah bertentangan satu dengan yang lain itu? Apakah Anda setuju? (bersambung)

 

Loading Facebook Comments ...