Home » Artikel Seputar Hindu » SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN, DAN HAPPY “RAMANAVAMI”, PERAYAAN KELAHIRAN SRI RAMACHANDRA, 5 APRIL 2017

SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN, DAN HAPPY “RAMANAVAMI”, PERAYAAN KELAHIRAN SRI RAMACHANDRA, 5 APRIL 2017

Selamat berpuasa hingga matahari terbenam, bagi yang merayakan, sebagai sebuah tradisi tapa brata dan bhakti dalam memperingati kelahiran Sri Ramachandra, yang kisah dan keagungan sifat-sifatnya, belum bisa hilang sepenuhnya dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa.

Dalam mazab Hindu Waisnawa, Sri Ramachandra adalah salah satu dari Dasa Awatara, sepuluh awatara Wishnu, dan ajaran-ajarannya menjadi salah satu penuntun dan pedoman Hidup yang tak lekang oleh zaman. Bersama kitab Mahabharata, Kitab Ramayana yang mengisahkan kepahlawanan Sri Rama dan Laksmana tersebut, menjadi sumber ajaran kebijaksanaan dan falsafah hidup masyarakat Jawa, di masa lalu, bahkan hingga kini.

Hari Raya Galungan pada Rabu, 5 April 2017 tahun ini menjadi istimewa, karena bertepatan dengan Perayaan “Ramanawami”, yaitu hari kelahiran Sri Ramachandra, tokoh utama dalam Kitab Ramayana. Nawami, dalam bahasa Sanskerta berarti “Hari Kesembilan” dalam penanggalan berdasarkan peredaran bulan. Sri Ramachandra lahir pada hari kesembilan bulan Pusyami, sehingga perayaan kelahirannya disebut “Ramanawami”.

Beberapa referensi menyebutkan bahwa perayaan Galungan di Indonesia yang pada intinya memperingati kemenangan Dharma, sangat dekat dengan perayaan WIJAYA DASHAMI oleh umat Hindu di India. Wijaya Dashami adalah perayaan menyambut tibanya kembali Sri Rama, Dewi Sita, dan Laksmana di Kerajaan Ayodya, setelah berhasil mengalahkan Rahwana atau Dasamuka, dan menyelesaikan pengasingan di hutan.

Rahwana, raja kerajaan Alengka itu, menculik Dewi Sita, saat permaisuri kerajaan itu dengan penuh kesetiaan mengikuti dan mengabdi kepada Sri Rama yang sedang menjalani pengasingan di hutan selama 14 tahun. Pembebasan Dewi Sita dari cengkraman Rahwana itu melibatkan pasukan kera yang dipimpin oleh Hanuman dan Raja Sugriwa.ramayana-ballet-driver-yogya

Kisah Ramayana itulah yang kini masih terus dipentaskan sebagai Ramayana Ballet di Kompleks Candi Prambanan, dan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan manca negara yang berkunjung ke Yogyakarta. Penggalan kisah yang paling sering ditampilkan adalah lakon “Hanoman Dhuta”…dimana Hanoman membakar kota Alengka dengan kobaran api di ekornya, yang sengaja dibakar atas perintah Rahwana, saat Hanoman tertangkap oleh pasukannya.

Sendratari_Ramayana_di_Candi_Prambanan_copy

Selain itu, ajaran ASTHA BRATA, yaitu wejangan Sri Rama saat menobatkan Wibhisana sebagai raja Alengka menggantikan Rahwana, kini menjadi salah satu pelajaran wajib dalam ilmu kepemimpinan militer Indonesia.

Kesetiaan Dewi Sita kepada Sri Rama, juga menjadi suri tauladan bagi mereka yang menjalani tahap hidup berumah tangga.

Sendratari-Ramayana-11

Selamat merayakan Sri Ramanawami…. selamat merayakan Hari Raya Galungan… semoga dharma selalu menjadi landasan setiap langkah kaki kita…

Loading Facebook Comments ...