Home » Hindu(is)me

Category Archives: Hindu(is)me

Siapa Sih, Tuhannya Orang Hindu? (Bagian 2 dari 10)

Siapa Sih, Tuhannya Orang Hindu? Menjawab pertanyaan seperti itu, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Itu terjadi, karena memang konsep atau paham ketuhanan dalam Hindu sangat berbeda dengan paham ketuhanan  yang lazim dipahami dalam Agama Abrahamik. Artinya, bukan konsep ketuhanan Hindu yang “sulit dipahami”, tapi menjelaskan kepada mereka yang paham ketuhanannya terlanjur merasa  “the only way”, atau “the only truth”, nyatanya tidaklah gampang. Setidaknya, itu pengalaman pribadi saya, lho…

Lho, mengapa tolok ukurnya harus agama Abrahamik? Ya, karena memang, yang paling sering mempertanyakan paham ketuhanan dan ajaran Hindu adalah kebanyakan saudara-saudara yang menganut ajaran agama Yahudi,  Islam, Kristen, dan Katolik. Agama-agama tersebut sesungguhnya  berasal  dari akar dan sumber yang sama, yaitu dari ajaran  Nabi Abraham, atau Nabi Ibrahim.

Berdialog dengan Mahasiswi Jurusan Perbandingan Agama, Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo, Cabang Mantingan

Berdialog dengan Mahasiswi Jurusan Perbandingan Agama, Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo, Cabang Mantingan

(more…)

Bhatara Narada Keturunan Nabi Adam, dan Pernikahan Jin Islam dan Dewa Hindu dalam Dunia Pewayangan

Narada MuniSebagaimana telah saya sebutkan dalam tulisan saya sebelumnya, Rsi Narada yang dalam dunia pewayangan juga disebut Batara Narada atau Sang Hyang Kanekaputra, dimasukkan dalam sebuah silsilah yang dimulai dari Nabi Adam.

Dalam tulisan ini, saya mencoba membahas alasan para wali dan pujangga Jawa dalam melakukan proses Islamisasi wayang, dan berbagai faktor lain yang mempengaruhi figur, karakter, peran, dan kedudukan Batara Narada dalam Pewayangan, dengan mengacu pada hasil penelitian saya yang berjudul “TRANSFORMASI FIGUR, KARAKTER, DAN PERANAN ĀCĀRYA DALAM SASTRA HINDU INDIA KE DALAM DUNIA  WAYANG KULIT PURWA DI JAWA    (Studi Kasus terhadap Tokoh Ṛsi Nārada, Ṛsi Vyāsa, dan Dronācarya)

Baca juga artikel terkait :Rsi Narada, Keturunan Nabi Adam dan Bergelar Haji?

Dalam tataran paham ajaran Hindu, kedudukan para dewa lebih tinggi derajat dan kemampuannya dibandingkan dengan manusia. Oleh karena itu, penempatan Bathara Narada sebagai keturunan Nabi Adam dan Hawa, sesungguhnya sulit untuk diterima dalam konsep agama Hindu. (more…)

Sudah Menikahi 16 Wanita Indonesia, Masih Perlukah Shaheer Sheikh ‘Arjuna’ Kembali Melepaskan Panah Asmaranya?

Kreatif dan cerdas menangkap peluang bisnis. Mungkin begitulah istilah yang tepat untuk menggambarkan alasan dibalik akan hadirnya artis-artis pemeran serial Mahabharata ke Jakarta dan Bali bulan mendatang. Dengan kemasan program yang diberi judul “Panah Asmara Arjuna”, acara yang diprakarsai oleh Stasiun ANTV itu diprediksi akan berlangsung meriah. Kabar kehadiran para aktor tampan dan kekar dari India itu, sepertinya telah membuat histeria para penggemar setia mereka di Indonesia, terlebih kaum wanita. Perbincangan mengenai acara itu telah mewarnai media sosial.

Dari kacamata bisnis entertaintmen, hal itu tentu sah-sah saja. Tapi, ada yang sedikit mengusik pikiran saya, sejak saat pertama iklan itu muncul di televisi. Bukan karena tidak senang dengan kehadiran para artis itu ke Indonesia. Tapi penamaan dan konsep program itu yang membuat saya teringat sesuatu. (more…)

Kapan Weda di Wahyukan?

Tanpa sengaja, beberapa kawan non Hindu turut membaca Newsletter Sanatana Dharma ketika mereka berkunjung ke ashram Narayana Smerti di Yogyakarta. Newsletter sederhana itu kami terbitkan setiap bulan, terdiri dari 12 halaman setengah kuarto. Dengan oplah sekitar 500 eksemplar setiap kali terbit, media yang membahas tema-tema kontroversial seputar ajaran Hindu itu kami bagikan secara gratis. Terutama kami berikan kepada umat Hindu saat persembahnyangan di pura-pura besar di Yogyakarta. Selain itu, ada juga yang kami kirim kepada para pelanggan yang tersebar di beberapa daerah. Rupanya, ada juga yang terbaca oleh umat lain.

Setelah membaca beberapa edisi, mereka akhirnya memberanikan diri untuk berkomentar dan mengajukan pertanyaan. Terutama, setelah mereka tahu bahwa Weda bukanlah hasil peradaban bangsa Arya, dan bahwa bangsa Arya sesungguhnya tidak ada. Taruhlah, Weda bukan hasil peradaban Arya, melainkan wahyu Tuhan kepada para resi di India. Pertanyaan kawan itu adalah “Kapan Weda diwahyukan? Kok saya nggak pernah dengar orang Hindu memperingati hari turunnya Weda? Khan ada Nuzulul Qur’an, misalnya, yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan oleh umat Islam? Itu peringatan pertama kali Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Tapi kok turunnya Weda nggak pernah diperingati? Apa Weda bukan wahyu Tuhan?” (more…)

Siapa Sih, Tuhannya Orang Hindu ? (1)

Selama kurang lebih lima tahun, saat masih berada di Yogyakarta, saya pernah menjadi DLB pada mata kuliah Religiusitas di Kampus Sanata Dharma Yogyakarta. Di kampus milik yayasan Katholik yang namanya mirip kampus Hindu itu, saya bersama teman-teman tim dosen dari agama Islam, Kristen, Katolik, dan Budha, ditugasi mengisi pengenalan agama untuk mahasiswa baru semua jurusan. Saya dan beberapa teman dosen Hindu lainnya, diberi kesempatan untuk memperkenalkan Hindu dan ajaran-ajarannya kepada mahasiswa-mahasiswa semester I, semua jurusan, yang berlatar belakang agama kebanyakan di luar Hindu.

DialogSantri 008

Dialog tentang Hindu di Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta

Meski sesungguhnya silabus perkuliahan lebih menekankan pada eksplorasi nilai-nilai multikulturalisme dalam ajaran Hindu, tapi dalam prakteknya, saya selalu gagal menyelesaikan penyampaian materi sesuai silabus. Mengapa? Ya, karena memang, sebelum sempat bicara tentang konsep kerukunan dan toleransi dalam Hindu, saya sudah terlebih dahulu dihujani pertanyaan tentang Hindu oleh mahasiswa. Maklum, barangkali selama ini mereka jarang berkesempatan melakukan klarifikasi apa yang mereka ketahui tentang Hindu itu, dengan bertanya langsung pada penganut Hindu. Nah, mumpung ketemu saya, rupanya kesempatan itu tiba. (more…)

Samakah Tri Murti Hindu dengan Trinitas Kristen?

trimurtiBrahma, Wisnu, dan Siwa dikatakan hanya sebagai sebutan bagi Hyang Widhi sesuai dengan berbagai tugas dan fungsi-Nya. Anehnya, mengapa dalam Hindu ada mazab Waisnawa dan mazab Siwaisme, tapi tidak ada mazab Brahmaisme? Samakah pemahaman Tri Murti dengan Trinitas menurut Kristen?

“Apakah ajaran Tri Murti dalam Hindu itu sama dengan pengertian Trinitas dalam Kristen?” Pertanyaan seperti itu dilontarkan oleh seorang mahasiswa Hindu dalam diskusi kecil kami baru-baru ini. Menurutnya, dia pernah ditanya begitu oleh dua teman kosnya yang kebetulan beragama Kristen dan Katolik. Saat itu, dia berusaha menjawab dengan menjelaskan pengertian Tri Murti sesuai dengan pelajaran agama Hindu yang diterimanya di sekolah selama ini. Tapi, saat harus menjawab dengan pasti apakah Tri Murti Hindu sama pemahamannya dengan Trinitas Kristen, teman itu terdiam. Dia ragu-ragu. (more…)

Bhakti Raghava Swami, Lulusan Seminari yang Kini Jadi ‘Pastor’ Hindu

bhakti raghava swamiSekilas mendengar namanya, orang pasti akan mengira bahwa dia beragama Katolik atau Kristen. Apalagi, dia adalah seorang bule, yang mayoritas memang menganut agama Kristiani. Melihat penampilan pakaiannya yang berwarna oranye dan kepalanya yang gundul, sering orang menduga, dia pasti seorang bhiku atau pendeta Buddha. Kesan seperti itu pula yang saya dapatkan saat pertama kali berjumpa dengan beliau di Palangkara Raya, tahun 1997 lalu. Saat itu, karena sempitnya wawasan saya,  saya tidak tahu kalau ada orang bule yang beragama Hindu, apalagi sampai menjadi sannyasin atau bhiksu Hindu, seperti sosok yang  luar biasa itu. (more…)

Hindu dan Sanatana Dharma, Apa Bedanya?

cover vedas Banggalah beragama Hindu, banggalah memiliki kitab suci Weda! Hindu agama tertua di dunia, dia paling duluan ada sebelum ada agama lainnya. Weda adalah kitab suci tertua, dan isinya paling lengkap. Apa yang ada dalam kitab suci lain di dunia, pasti kita temukan juga dalam Weda. Tapi, yang ada dalam Weda, belum tentu ada di tempat lain, lho! Jadi, jangan pernah beralih dari agama Hindu ya….
Tentu, bukan hanya sekali dua kali kita mendengar nasehat seperti itu dari para sesepuh kita. Terlalu sering bahkan. Memang, kita akui, secara psikologis nasehat demikian itu membuat kita merasa bangga sebagai pemeluk Hindu. Dan rasa bangga itulah yang kita jadikan bekal dan senjata untuk hidup sebagai generasi muda Hindu.
Yess!!! Hindu agama tertua! Weda kitab suci terlengkap!
Tapi, cukupkah kebanggaan semata? (more…)