Home » Akademik

Category Archives: Akademik

Nasib Dosen yang ‘Lahir Belakangan’, dan Rimba Baru Bernama Kuantitatif

Sejak digulirkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mereka yang berprofesi sebagai dosen bisa bernafas lega. Karena sejak saat itu, kesejahteraan dosen mulai lebih diperhatikan oleh pemerintah, diantaranya melalui program sertifikasi dosen (serdos). Mereka yang telah dianggap layak sebagai dosen profesional, akan mendapat Sertifikat Pendidik. Sebagai konsekuensinya, mereka yang telah tersertifikasi itu akan mendapatkan tunjangan sebesar satu kali gaji pokok. Tentu saja ini adalah kabar yang sangat menggembirakan. Tapi, adakah konsekuensi lain dari ‘mimpi indah peningkatan kesejahteraan itu?”

(more…)

Sri Krishna, Rsi Narada, dan Guru Drona dalam Dunia Pewayangan, sebuah Catatan Kecil…

 

bhatara kresno

bhatara kresno

Jujur, saya berterima kasih pada TPI (kini berubah menjadi MNC), Youtube, ANTV, dan media broadcast lain yang memfasilitasi masyarakat Indonesia saat ini untuk menikmati film Mahabharata, Ramayana, Mahadewa, dan sejenisnya. Film-film yang memvisualisasikan ajaran-ajaran yang tertuang dalam kitab-kitab Itihasa dan Purana itu, terbukti sangat digemari oleh masyarakat luas, bukan hanya oleh kalangan umat Hindu. Dulu, saat film Mahabharata pertama kali ditayangkan oleh TPI di awal tahun 1990-an, masyarakat Indonesia sangat menyukainya, dan sebagian diantaranya ada yang dengan ikhlas meninggalkan aktivitasnya saat itu, demi bisa menonton tayangan yang penuh nilai-nilai moral tersebut.

Tahun 2014 ini, saat film-film itu digarap dengan versi baru oleh StarTV India dan ditayangkan oleh ANTV  serta diupload secara lengkap di channel Youtube, terlihat jelas betapa rating-nya luar biasa. Komentar-komentar seputar perilaku tokoh-tokoh Mahabharata dan Mahadewa, dan tidak lupa fans pages pada artis-artis pemeran film-film bernuansa rohani Hindu itu, tampak jelas menghiasi media sosial seperti Facebook.

Saya sendiri khususnya selalu mengagumi Sri Krishna, Sri Wishnu, atau Sri Narayana, yang selalu tampil sebagai problem solver. Selalu mampu memberikan solusi dan alternatif jalan keluar pemecahan untuk setiap masalah yang dihadapi oleh para dewa dan umat manusia. Barangkali memang itulah salah satu ‘tupoksi (tugas pokok dan fungsi)’ beliau sebagai Pemelihara Alam Semesta. Dalam pakem-pakem dan lakon wayang purwa di Jawa, sifat Sri Krishna sebagai ‘problem solver’ dan sutradara itu tetap dipertahankan oleh para dalang. Meskipun wayang telah digunakan sebagai media dakwah bagi para wali songo, namun karakter dan sifat kehinduan Sri Krishna itu tidak banyak dimodifikasi. (more…)