Dilema Proyek Senilai 32 M

Sp Backdrop WISUDA STAHN 2014-small“Saya dapat proyek 32 M nih….” Jawab saya enteng saat terdengar sebuah suara nyeletuk. Saya baru saja memarkir motor di halaman aula tempat even wisuda kampus akan diadakan. Saat saya menurunkan baliho berukuran besar dari motor, suara itu terdengar lagi, “Lho, Mas, sampean ini sebenarnya dosen apa tukang spanduk, to? Opo tukang syuting?”
Ceplosan protes teman SMA saya, mengawali percakapan kami yang secara tidak terduga bertemu di moment yudisium kampus hari ini. Teman yang sama-sama dari transmigrasi Desa Pangkoh itu, selama ini meniti karir sebagai ‘tukang photo’ dan bekerja di Aline, sebuah studio photo terkenal di kota Palangka Raya. Dia biasa melayani photo panggilan saat ada momen-momen seperti acara yudisium, wisuda, pernikahan, atau kegiatan lain yang butuh dokumentasi.
Melihat saya menenteng kamera, handycame dan juga spanduk yang masih harus di pasang, dia ‘mempertanyakan’ profesi saya..he..hee… “Mbok jangan serakah begitu, kasih bagian kami-kami ini…Jadi dosen ya ngajar aja, ngga usah nyambi-nyambi gitu….” (more…)

Belajar Konsistensi dari Kakek Penjual Minyak Tanah Keliling

Sore ini, saya menyempatkan diri naik sepeda untuk sekedar mencari keringat. Berhari-hari duduk sambil memelototi dekstop, membuat seluruh tubuh terasa pegal dan kaku. Menempuh rute mengelilingi Bundaran Besar kota Palangka Raya, lalu menuju jalan Imam Bonjol, dan lanjut mengitari Bundaran kecil di depan kantor gubernur Kalimantan Tengah. Lalu menyusuri Jalan G. Obos hingga mendekati putaran Jalan Raya Galaxy, seterusnya putar balik menelusuri jalan Mangku Rambang yang penuh dengan penjual tanaman hias.

Hari sudah menjelang senja, karena memang saya meninggalkan rumah sudah jam 17.15 . Ini adalah jam dimana orang-orang pekerja non formal juga mulai beranjak pulang. Karenanya, sepanjang jalan saya berpapasan dengan para pedagang bakso yang mengayuh gerobak baksonya dengan agak gontai. Ada yang terlihat sudah hampir habis terjual dagangannya. Tapi ada juga yang memang masih cukup banyak persediaannya. Berjualan bakso memang biasanya sampai jam 9 malam masih laku. Itu pengalaman pribadi saya dulu saat masih jualan bakso sambil kuliah ditahun 1996. Hanya saja, saat itu gerobak bakso saya tidak memakai sepeda sehingga bisa dikayuh, karenanya harus berjalan kaki mendorongnya. (more…)

Sri Krishna Jayanti – Perayaan Kelahiran Sang Pembebas…

Happy Sri Krishna Janmasthami, 18 Agustus 2014…..Selamat merayakan hari agung memperingati kelahiran dan kemunculan Sri Krishna di bumi ini. Meski tidak termasuk dalam salah satu hari raya Hindu di Indonesia, seperti halnya hari raya Siwaratri, di India, perayaan yang juga dikenal dengan sebutan Sri Krishna Jayanti ini, dirayakan secara besar-besaran, bahkan oleh dulu umat Islam yang belum ‘terkontaminasi’ oleh paham-paham radikal di wilayah-wilayah tertentu….Menurut perhitungan ahli astronomi dan astrologi Veda, Kaliyuga (zaman Kali) dimulai tepat pada saat Sri Krishna mengakhiri lila rohaninya di dunia ini pada tanggal 18 Februari 3102 Sebelum Masehi. Itulah sebabnya, dalam kalender atau penanggalan Bali, misalnya, kita temukan penyebutan Tahun Kaliyuga bertepatan dengan tahun 2014 Maseh ini adalah 5116 Kaliyuga.Berdasarkan uraian tentang konstelasi berbagai planet dan benda-benda angkasa yang ada dalam kitab Mahabharata, para ahli Jyotisha memperkirakan bahwa saat ‘berpulang’ kembali ke dunia rohani itu, Sri Krisha berusia kurang lebih 125 tahun.

(more…)

Kapan Weda di Wahyukan?

Tanpa sengaja, beberapa kawan non Hindu turut membaca Newsletter Sanatana Dharma ketika mereka berkunjung ke ashram Narayana Smerti di Yogyakarta. Newsletter sederhana itu kami terbitkan setiap bulan, terdiri dari 12 halaman setengah kuarto. Dengan oplah sekitar 500 eksemplar setiap kali terbit, media yang membahas tema-tema kontroversial seputar ajaran Hindu itu kami bagikan secara gratis. Terutama kami berikan kepada umat Hindu saat persembahnyangan di pura-pura besar di Yogyakarta. Selain itu, ada juga yang kami kirim kepada para pelanggan yang tersebar di beberapa daerah. Rupanya, ada juga yang terbaca oleh umat lain.

Setelah membaca beberapa edisi, mereka akhirnya memberanikan diri untuk berkomentar dan mengajukan pertanyaan. Terutama, setelah mereka tahu bahwa Weda bukanlah hasil peradaban bangsa Arya, dan bahwa bangsa Arya sesungguhnya tidak ada. Taruhlah, Weda bukan hasil peradaban Arya, melainkan wahyu Tuhan kepada para resi di India. Pertanyaan kawan itu adalah “Kapan Weda diwahyukan? Kok saya nggak pernah dengar orang Hindu memperingati hari turunnya Weda? Khan ada Nuzulul Qur’an, misalnya, yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan oleh umat Islam? Itu peringatan pertama kali Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Tapi kok turunnya Weda nggak pernah diperingati? Apa Weda bukan wahyu Tuhan?” (more…)

Siapa Sih, Tuhannya Orang Hindu ? (1)

Selama kurang lebih lima tahun, saat masih berada di Yogyakarta, saya pernah menjadi DLB pada mata kuliah Religiusitas di Kampus Sanata Dharma Yogyakarta. Di kampus milik yayasan Katholik yang namanya mirip kampus Hindu itu, saya bersama teman-teman tim dosen dari agama Islam, Kristen, Katolik, dan Budha, ditugasi mengisi pengenalan agama untuk mahasiswa baru semua jurusan. Saya dan beberapa teman dosen Hindu lainnya, diberi kesempatan untuk memperkenalkan Hindu dan ajaran-ajarannya kepada mahasiswa-mahasiswa semester I, semua jurusan, yang berlatar belakang agama kebanyakan di luar Hindu.

DialogSantri 008

Dialog tentang Hindu di Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta

Meski sesungguhnya silabus perkuliahan lebih menekankan pada eksplorasi nilai-nilai multikulturalisme dalam ajaran Hindu, tapi dalam prakteknya, saya selalu gagal menyelesaikan penyampaian materi sesuai silabus. Mengapa? Ya, karena memang, sebelum sempat bicara tentang konsep kerukunan dan toleransi dalam Hindu, saya sudah terlebih dahulu dihujani pertanyaan tentang Hindu oleh mahasiswa. Maklum, barangkali selama ini mereka jarang berkesempatan melakukan klarifikasi apa yang mereka ketahui tentang Hindu itu, dengan bertanya langsung pada penganut Hindu. Nah, mumpung ketemu saya, rupanya kesempatan itu tiba. (more…)

Samakah Tri Murti Hindu dengan Trinitas Kristen?

trimurtiBrahma, Wisnu, dan Siwa dikatakan hanya sebagai sebutan bagi Hyang Widhi sesuai dengan berbagai tugas dan fungsi-Nya. Anehnya, mengapa dalam Hindu ada mazab Waisnawa dan mazab Siwaisme, tapi tidak ada mazab Brahmaisme? Samakah pemahaman Tri Murti dengan Trinitas menurut Kristen?

“Apakah ajaran Tri Murti dalam Hindu itu sama dengan pengertian Trinitas dalam Kristen?” Pertanyaan seperti itu dilontarkan oleh seorang mahasiswa Hindu dalam diskusi kecil kami baru-baru ini. Menurutnya, dia pernah ditanya begitu oleh dua teman kosnya yang kebetulan beragama Kristen dan Katolik. Saat itu, dia berusaha menjawab dengan menjelaskan pengertian Tri Murti sesuai dengan pelajaran agama Hindu yang diterimanya di sekolah selama ini. Tapi, saat harus menjawab dengan pasti apakah Tri Murti Hindu sama pemahamannya dengan Trinitas Kristen, teman itu terdiam. Dia ragu-ragu. (more…)

Bhakti Raghava Swami, Lulusan Seminari yang Kini Jadi ‘Pastor’ Hindu

bhakti raghava swamiSekilas mendengar namanya, orang pasti akan mengira bahwa dia beragama Katolik atau Kristen. Apalagi, dia adalah seorang bule, yang mayoritas memang menganut agama Kristiani. Melihat penampilan pakaiannya yang berwarna oranye dan kepalanya yang gundul, sering orang menduga, dia pasti seorang bhiku atau pendeta Buddha. Kesan seperti itu pula yang saya dapatkan saat pertama kali berjumpa dengan beliau di Palangkara Raya, tahun 1997 lalu. Saat itu, karena sempitnya wawasan saya,  saya tidak tahu kalau ada orang bule yang beragama Hindu, apalagi sampai menjadi sannyasin atau bhiksu Hindu, seperti sosok yang  luar biasa itu. (more…)

Hindu dan Sanatana Dharma, Apa Bedanya?

cover vedas Banggalah beragama Hindu, banggalah memiliki kitab suci Weda! Hindu agama tertua di dunia, dia paling duluan ada sebelum ada agama lainnya. Weda adalah kitab suci tertua, dan isinya paling lengkap. Apa yang ada dalam kitab suci lain di dunia, pasti kita temukan juga dalam Weda. Tapi, yang ada dalam Weda, belum tentu ada di tempat lain, lho! Jadi, jangan pernah beralih dari agama Hindu ya….
Tentu, bukan hanya sekali dua kali kita mendengar nasehat seperti itu dari para sesepuh kita. Terlalu sering bahkan. Memang, kita akui, secara psikologis nasehat demikian itu membuat kita merasa bangga sebagai pemeluk Hindu. Dan rasa bangga itulah yang kita jadikan bekal dan senjata untuk hidup sebagai generasi muda Hindu.
Yess!!! Hindu agama tertua! Weda kitab suci terlengkap!
Tapi, cukupkah kebanggaan semata? (more…)

Bhagavad-Gita, Kitab Suci Penganjur Perang dan Kekerasan?

Ada sekelompok orang yang mengatakan Krishna sebagai tokoh yang tidak bermoral, karena memaksa Arjuna berperang di medan perang Kuruksetra. Padahal, menurut mereka, Arjuna telah tegas-tegas menolak terlibat dalam pertempuran yang akan memaksanya membunuh kakek, guru, kerabat dan sanak saudara yang ia hormati dan ia cintai. Benarkah anggapan itu? Benarkah Bhagavad-gita semata mata mengajarkan perang dan … Continue reading

Catatan Perjalanan Mantan Tukang Bakso ke India (Part Two)

Tiba-tiba saja, dalam sebuah percakapan lewat Yahoo! Messenger, Prabhu Darmayasa, orang yang pertama kali datang ke Palangka Raya dan mengajarkan Hare Krishna di Palangka Raya sekitar tahun 1995 itu, mengajakku mengikuti Festival Maha Kumbha Mela di kota Allahabad. Beliau bilang, Maha Kumbha Mela seperti tahun 2013 sekarang ini hanya terjadi setiap 12 tahun sekali. Belum tentu di tahun 2025 nanti, di penyelenggaraan acara Maha Kumbha Mela berikutnya, Tuhan masih memberikan anugerah pada kita untuk menghadirinya. Makanya, beliau memintaku agar bisa ikut, berangkat bersama rombongan hampir 60-an peseta lain dari seluruh Indonesia.
Jujur kukatakan bahwa aku tidak punya uang untuk berangkat ke India saat ini. Jangankan untuk ke India, untuk tirtha yatra ke tempat-tempat suci di Jawa dan Bali saja aku tidak punya biaya. Tapi beliau menjawab dengan santai, “Santih, damai Mas. Ayolah berangkat sama saya.”
“Tapi saya benar-benar tidak punya dana, Prabhu” aku menegaskan.
“Damailah, soal itu jangan dipikirkan. Segeralah perpanjang paspor…Paspor yang dulu masih ada khan?” kata beliau serius.
Berkali-kali aku menolak (berpura-pura, sih) ajakan Prabhu Darmayasa itu dalam percakapan lewat YM di hari-hari selanjutnya, karena aku tidak ingin merepotkan orang lain. Tapi berkali-kali itu pula beliau ‘memaksa’ aku untuk berangkat. Jujur kuakui, ego dan rasa congkak diam-diam menyelinap dalam hati saat itu. “Wah, kok aku yang diajak berangkat gratis? Ada apa ini?” (more…)