Home » Posts tagged 'Suryanto'

Tag Archives: Suryanto

Dikenal Sebagai Awatara Wishnu, Mengapa Sri Krishna Dipuja Sebagai Tuhan Yang Maha Esa?

Menyaksikan sabda Krishna kepada Arjuna dalam Film Mahabharata, menyisakan banyak tanda tanya dalam benak orang. Dalam percakapan yang selanjutnya dikenal luas sebagai Bhagavad-gita itu, Krishna menyatakan kepada Arjuna bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa Sendiri. Padahal, selama ini Sri Krishna dikenal sebagai salah satu dari sepuluh awatara atau penjelmaan Sri Wishnu. Selain itu, Sri Wishnu sendiri oleh kebanyakan umat Hindu dikenal sebagai salah satu dari Tri Murti Hindu, yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa. Tidakkah hal itu membingungkan? (more…)

Kontroversi Film Mahabharata dan Mahadewa: Meyakini Adanya Awatara, Berarti ‘Menyekutukan Tuhan’ ?

“Negeri India merupakan pusat berkumpulnya ribuan  dukun dan “orang suci”. Kondisi seperti ini tentunya semakin menambah daya pikat bagi manusia di berbagai belahan dunia untuk mengetahui siapa sebenarnya “Sang Avatar Sejati”. Kalau boleh disimpulkan Baba adalah raja dari segala raja dukun. Di India sendiri banyak sekali orang-orang yang memiliki kesaktian dan kemampuan di luar kebiasaan. Dewa yang disembah oleh penduduk India juga beragam. Hal ini juga didukung dengan berbagai sarana dan infrastruktur yang tersedia. Peran media audiovisual dan film-film yang beredar juga sangat kental dengan acara mistik dan kisah-kisah Mahabharata dan lain lain. Dengan demikian, penduduk India sudah sangat akrab dengan dunia klenik dan perdukunan.”

     Dikutip Dari buku ‘Dajjal Sudah Muncul dari Khurasan” karya Abu Fatiah Al-Adnani (2006: 243)

                           ***

Kutipan di atas menggambarkan bagaimana sebagian kalangan Islam menyikapi ajaran dalam Weda tentang adanya awatara atau penjelmaan Tuhan ke dunia fana ini. Memang ada konteks tertentu yang melatarbelakangi munculnya tulisan tersebut, namun untuk kemudian menyimpulkan dan menggeneralisir bahwa “penduduk India telah akrab dengan dunia klenik dan perdukunan’ adalah sesuatu yang menunjukkan ketidakmampuan dan ketidakmauan mereka memahami ajaran yoga dan meditasi dalam Hindu. (more…)

Bhatara Narada Keturunan Nabi Adam, dan Pernikahan Jin Islam dan Dewa Hindu dalam Dunia Pewayangan

Narada MuniSebagaimana telah saya sebutkan dalam tulisan saya sebelumnya, Rsi Narada yang dalam dunia pewayangan juga disebut Batara Narada atau Sang Hyang Kanekaputra, dimasukkan dalam sebuah silsilah yang dimulai dari Nabi Adam.

Dalam tulisan ini, saya mencoba membahas alasan para wali dan pujangga Jawa dalam melakukan proses Islamisasi wayang, dan berbagai faktor lain yang mempengaruhi figur, karakter, peran, dan kedudukan Batara Narada dalam Pewayangan, dengan mengacu pada hasil penelitian saya yang berjudul “TRANSFORMASI FIGUR, KARAKTER, DAN PERANAN ĀCĀRYA DALAM SASTRA HINDU INDIA KE DALAM DUNIA  WAYANG KULIT PURWA DI JAWA    (Studi Kasus terhadap Tokoh Ṛsi Nārada, Ṛsi Vyāsa, dan Dronācarya)

Baca juga artikel terkait :Rsi Narada, Keturunan Nabi Adam dan Bergelar Haji?

Dalam tataran paham ajaran Hindu, kedudukan para dewa lebih tinggi derajat dan kemampuannya dibandingkan dengan manusia. Oleh karena itu, penempatan Bathara Narada sebagai keturunan Nabi Adam dan Hawa, sesungguhnya sulit untuk diterima dalam konsep agama Hindu. (more…)

Bhagavad-Gita, Kitab Suci Penganjur Perang dan Kekerasan?

Ada sekelompok orang yang mengatakan Krishna sebagai tokoh yang tidak bermoral, karena memaksa Arjuna berperang di medan perang Kuruksetra. Padahal, menurut mereka, Arjuna telah tegas-tegas menolak terlibat dalam pertempuran yang akan memaksanya membunuh kakek, guru, kerabat dan sanak saudara yang ia hormati dan ia cintai. Benarkah anggapan itu? Benarkah Bhagavad-gita semata mata mengajarkan perang dan kekerasan?
“Saya sudah muak dengan agama. Saya malas membaca kitab suci lagi. Termasuk baca Bhagavad-gita. Bukankah justru gara-gara ayat-ayat suci itu manusia saling berperang?” cetus seorang teman dalam sebuah diskusi di ashram. Kebetulan dia baru pertama kali itu hadir dalam acara pendalaman Bhagavad-gita yang kami lakukan rutin setiap hari minggu siang. (more…)

Perjalanan Mantan Tukang Bakso ke India (Part One)

Om Swastyastu,

Buat teman-teman generasi muda Hindu yang barangkali sedang berjuang mempertahankan kehinduannya ditengah berbagai tantangan…. saya mohon ijin berbagi cerita pribadi yang memang sangat subyektif, tetapi barangkali bisa menjadi inspirasi untuk semakin meyakini jalan Sanatana Dharma. Ini adalah cerita pengalaman pribadi sebagai mantan penjual bakso, yang bisa 2 kali ke India, kedua-duanya dibiayai oleh orang yang semestinya menurut aturan dan etika, tidak boleh melakukan hal itu….

Bagi yang tidak berkenan, mohon tidak melanjutkan membacanya…silahkan klik tombol ‘Back’ untuk beralih dari halaman ini….hehehe…

Mantan Tukang Bakso Mandi di Acara Maha Kumbha Mela…..

Beberapa teman yang tahu aku baru saja pulang dari perjalanan tirtha yatra ke India, bertanya dengan nada enteng. ”Apa sih yang kamu dapat sepulang dari tirtha yatra ke India? Apa efeknya setelah mandi di sungai Gangga saat perayaan Maha Kumbha Mela begitu? Trus, aku harus manggil kamu dengan gelar apa nih?” tanyanya dengan nada agak mencibir.

Kalau boleh jujur, aku terhenyak dan tidak menyangka akan ditanya yang seperti itu. Kebanyakan kawan lainnya hanya iseng bertanya, “Mana oleh-oleh dari India nya?” Itupun hanya pertanyaan iseng yang lumrah, sekedar basa-basi. Diam-diam aku merenung, bertanya pada diri sendiri. Iya, ya…aku ‘dapat apa’ setelah melaksanakan tirtha yatra ke India selama sepuluh hari di bulan Februari yang lalu? Adakah manfaat yang nyata yang kurasakan, setelah bersama sekitar 70-an juta manusia dari berbagai belahan dunia, mengikuti mandi suci di Triveni Sangam, tempat bertemunya tiga sungai suci Gangga, Yamuna, dan Saraswati, tempat yang sangat sakral di hati umat Hindu itu? (more…)